[TEN INTERVIEW] Lagu ‘Beautiful’ Buat Namanya Melambung, Crush, “Aku belum nonton drama Goblin”

By Aisya J.

Pada tanggal 5 Desember lalu, Crush merilis full album setelah 5 tahun 6 bulan dengan full album kedua bertajuk ‘From Midnight to Sunrise.’ Album ini berisikan 12 tracklist termasuk title song berjudul ‘Alone’ dan ‘With You.’ Album ini merupakan album yang dipersiapkan Crush dengan matang kurang lebih selama 3 tahun.

Crush mengungkapkan bahwa ia mengonsep album ini pada musim panas 3 tahun lalu, ketika ia melihat Sungai Han berada di antara sebelum dan sesudah matahari terbit. Ia berdiri di antara timur dan barat dimana matahari terbit dan terbenam sambil memikirkan tentang sejauh mana ia melakukan sesuatu di dalam hidupnya. Crush mengatakan bahwa meski tidak bisa menyembuhkan luka seseorang, ia ingin menyampaikan simpatinya melalui lagu. Kali ini Tenasia berkesempatan melakukan interview bersama Crush di sebuah café di Seoul.

Crush mengatakan, “Dengan mengangkat tema ‘sebuah hari,’ album ‘From Midnight to Sunrise’ merupakan album yang berisikan 12 lagu yang penuh suasana dini hari hingga lewat tengah malam. Karena album ini memiliki sebuah tema, tentu saja apa yang ingin aku sampaikan akan terdengar lebih jelas, bukan?”

Crush merilis full album pertamanya pada tahun 2014. Sebelum merilis full album ke-2 ini, selama kurang lebih 5 tahun Crush terus eksis di dunia tarik suara dengan merilis single dan EP. Crush mengungkapkan, “Album kedua merupakan hasil dari fokus pada jalan yang kutuju.” Lalu, apakah kini Crush telah menemukan jawaban yang ia cari di jalan yang ia tuju?

“Kalau aku bilang aku telah menemukan jalan yang kutuju pasti kelihatan sekali kalau berbohong, kan? Tentu saja saat ini aku masih dalam perjalanan menemukan tujuanku. (tertawa) Sambil menggarap album ini, aku mendapatkan banyak pengalaman dan banyak hal yang aku sadari.”

‘From Midnight to Sunrise’ merupakan album yang sesuai dengan selera Crush yang digambarkan secara sempurna. Crush mengatakan bahwa ia mengumpulkan piringan hitam favoritnya mulai dari musik soul hingga jazz tahun 80 – 90an sejak tiga tahun lalu. Dengan begitu ia dapat mempelajari metode dan instrumen rekaman pada piringan hitam dan mencoba bereksperimen melalui full album keduanya kali ini.

Crush mengungkapkan, “Aku membeli banyak instrumen vintage yang sering digunakan musisi jazz maupun pop seperti synthesizer, piano elektrik, dan efektor. Karena menurutku instrumen vintage menghasilkan suara yang luar biasa daripada yang instrumen yang ada dipasaran. Dan yang lebih penting, instrumen ini juga sering digunakan juga pada musik retro.”

Track ke-10 berjudul ‘Cloth’ merupakan lagu yang terinspirasi buku harian yang ditulis Crush ketika ia menderita gangguan panik. Ketika mengingat masa-masa itu, Crush mengatakan, “Aku tidak tahu namun saat itu aku bahkan takut untuk berdiri di atas panggung dan aku merasa seperti hanya ada saat dibutuhkan saja,” lalu ia melanjutkan, “Sekarang sepertinya aku lebih bisa mengatasi itu.”

“Aku membuat salah satu title song yang berjudul ‘Alone’ karena aku berpikir bahwa ketika aku merasa lelah, kesepian, maupun merasa sedih, satu-satunya yang dapat menghiburku adalah dengan bermusik. Dan sama seperti musik, aku juga ingin menjadi penghibur bagi seseorang yang merasa kesepian.”

Ketika ditanya tentang tujuan akhirnya, Crush mengatakan, “Aku ingin bermusik untuk waktu yang lama.” Crush menambahkan bahwa saat ini ia sedang dalam perjalanan dengan mencari arah musiknya.

“Aku tidak begitu ingat tentang tujuan awalku karena dari awal aku tidak berniat untuk bermusik dan menganggap bahwa musik hanya sebagai bisnis. Namun setelah aku berumur 21 tahun dan bertemu dengan Zion. T hyung, Gray, dan Loco hyung, rasanya bermusik semakin menyenangkan. Aku juga mendapat kesempatan bertemu dengan Simon Dominic dan Dynamic Duo hyung dan merasa bahwa perlahan aku naik ke tangga yang lebih tinggi. Namun di tahun 2017 aku beristirahat sejenak karena merasa aku berlari terlalu cepat. Kalau dulu aku hidup sesuka hati layaknya tidak ada hari esok, namun sekarang aku juga memikirkan hari esok dan menginginkan bermusik untuk waktu yang lama,” tambahnya.

Setelah menyanyikan OST drama Goblin berjudul ‘Beautiful,’ nama Crush yang awalnya hanya dikenal di kalangan penikmat musik R&B, sejak saat itu namanya semakin dikenal luas. Ketika ditanya tentang kepopulerannya setelah drama Goblin, Crush membuat sebuah pengakuan, “Aku masih belum menonton drama Goblin.”

Crush mengungkapkan minatnya menonton drama, “Baru-baru ini aku menonton drama When the Camellia Blooms. Sejak saat itulah aku merasa OST benar-benar berpengaruh kuat (tertawa). Karena dengan mendengarkan OST kita bisa membayangkan apa yang terjadi dalam drama. Kapanpun aku akan menerima dengan baik tawaran OST. Resolusi awal tahun 2020 adalah dengan menonton Goblin. Hahaha.”

Original article : http://tenasia.hankyung.com/archives/1870879

Translation by : Aisya Julia aisyajulia@gmail.com

13/12/2019

Latest articles

Related articles

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x